Pages

Sabtu, 04 Juni 2011

Keranjang Hati

Assalammualakum wahai cucu adam ..
Seiring dengan kutulis surat ini, saat itu pula jeritan batin semakin menyesakkan dada ini. Selamat ulang tahun yang ke 18 yah, lumayan udah tua. bila aku di ijinkan, aku ingin sedikit berpuisi
bagai kepak sayap burung pulang
perkasa di selasar bintang,
laksana camar menjelajah riang
selami laut penuh tawa
waktupun betah berlabuh: menunggumu di bulan april
kuharap, engkau belumlah petang merah jingga di detik menit
yang hanya duduk membatu menatap
dentang usia
engkau sejatinya adalah pelukis masa dan kisah
bagai senyum berpendar dengan beribu kunang kunang
hingga malam tak lagi gulita
selamat ulang tahun !

Kalau boleh jujur, rasanya pengen kali tangan ini menjulur di depanmu memberikan bingkisan, namun aku tahu aku sudah tak berhak lagi untuk itu semua. Hey, aku masih ingat tahun lalu, dihari ulang tahunmu juga, aku memverikan kado 2hari setelah kau ulang tahun, kusematkan juga sehelai surat didalamnya. embun itu kurasa telah basahi pipi saat semua aku ingat lagi.
Pada tahun ini, aku hanya bisa menyematkan puisi untukmu, yaah aku rasa itu bukanlah berarti apa-apa untukmu, mungkin bukan kata dariku yang kau nanti. ternyata aku terlalu ppercaya diri ya.
ri, sebenernya aku punya harapan, kau tahu ? aku sebenarnya ingin sekali mendapat kepercayaanmu. sesungguhnya jiwa ini begitu iri saat segala deritamu kau curahkan pada sahabatku. hmm, ingin rasanya aku tepis sgla penatmu, namun sungguh apalah dayaku, kesempatan itu tidak pernah aku dapatkan. aku hanya bisa diam sambil berdoa, ya Allah jagn kau berikan orang yang kusayangi itu masalah yang tidak dapat ia selesaikan, kuatkan dia ya Allah, hanya untaian doa itulah menjadi akhir dari segala harapanku.
ri, tahukah kau dihari saat kau ulang tahun kemaren, kenangan itu kembali menghantuiku. aku masih ingat omelan mu padaku, sebagai tanda perhatianmu, aku masih ingat sapamu dikala aku kesendirian, aku masih ingat sorot mata teduhmu itu. hahaha ! bagimu mungkin aku tak pantas untuk mendapatkan semua itu. yap, aku mengerti sekarang, bahwa dia telah mengisi ruang hatimu. dialah yang kini selalu kau nanti, dan dialah penghujung segala perhatianmu. Aku sedih ? tidak, aku hanyalah menangis. Tiada yang mampu aku lakukan. sebenar-benarnya aku hanyalah ingin melihatmu bahagia, walau akhirnya aku tahu bukan aku yang melukis senyummu, bukan suaraku yang membuatmu tenang. kembali tumbuhku terhempas jatuh menerima semuanya.
Ri, sebenarnya aku ingin sekali mengungkapkan sesuatu padamu tentang janjimu dulu. kau dulu pernah mengucapkan bahwa kau akan selalu ada untukku sampai kapanpun dan dimana pun. kau bilang juga jangan pernah gara-gara hubungan kita, aku dan kau menjadi jauh. apakah kau ingat pernag mengungkapkan itu semua ? aku tidak yakin kau ingat. Aku masih ingat bahwa kau juga mengatakan bahwa, kau lebih pantas menjadi kakakku. Namun, kenapa kakak tega meninggagalkan adiknnya dalam kespian saat ini?
ri, bagaiamana pun kau goreskan luka di dinding hati ini,rasa itu tidak akan pernah berubah, bahkan tidak berkurang sedikit pun. Ingin rasanya kau tahu bahwa aku hanya ingin kau bahagia. Aku tak ingin melihat gurat kesedihan di wajah manismu, embun mata tak ingin kusakasikan di mata teduhmu. aku ingin kau bahagia ! hingga mata ini sudah tak bisa lagi melihatmu, sampai itulah rasa itu tidak akan hilang, atau sampai selamnanya. aku sayang padamu ri ...
Surat ini ingin rasanya ku sampaikan padamu, aku ingin sekai mengenang saat indah dulu. agar hatiku teryakini memang dulu cerita indah itu memang ada. satu jam saja, yakinkan aku tentang rasamnu dulu...


untuk yang kusayangi ..


lelaki 4 huruf

0 komentar:

Posting Komentar

 

(c)2009 note pad. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger