Aku hanya berdiri terpaku menatap langit. Pandanganku kosong, terukir raut sendu di wajahku sama seperti langit yang mendung kala itu. Kesepian yang melanda jiwaku sudah memakan sebagian dari kewarasanku. Tak terhitung lagi malam-malam yang ku lewati bersama kesendirian. Hanya dialah temanku kala senja menjemput gelap.
Ku akui , sampai sekarang aku belum mampu terlepas dari bayang-bayangmu , Ri... Entah sampai kapan aku terus seperti ini, belum merelakan dirimu dengan yang lainnya. Maafkan aku atas perasaanku ini.Maafkan... Aku tak punya daya untuk menghapusnya. Mungkin bila aku mati nanti rasa itu juga mati.
Ri , tak bisakah engkau kembali seperti dulu, seperti janjimu padaku dulu. Maaf bila aku terlalu lancang untuk menagih janji itu dulu. Tapi memang sesungguhnya aku terlalu berharap untuk menjadikan janjimu itu kenyataan.
Tapi , sekarang rasanya kau telah menjauh dariku. rasanya tak ingin diusik lagi oleh kehadirannku, tak ingin mengingatku lagi. jangan katakan tidak untuk itu. matamu telah mengisyaratkan semuanya padaku.
Bila aku boleh jujur tentang aku yang sebenarnya, sungguh kacau diriku sekarang, sangat berantakan. Tahukah engkau, tiap malam hingga larut aku selalu menunggu kabar berita dari dirimu. Tahukah engkau tiap hari terangkai khayalan indah saat bisa bersamamu.
Najla, sugguh beruntung gadis itu. paras jelita, seperti hatinya. Ingin rasanya aku sepperti dia, tapi aku tahu aku adalah aku. Saat ini perahu hatimu telah tertambat di pelabuhannya. Sungguh menyakitkan buatku.
Tapi semakin hari, aku mencoba untuk mendewasakan segala perasaan yang ada, melebarkan ruang tiangkap pengertian. Kucoba untuk merelakanmu dengan Najla. Aku tak ingin kau bersedih, aku hanya ingin kau bahagia. Dan aku sadar kebahagianmu bukan denganku Ri.
Ku coba tersenyum didepanmu, kucoba membiasakan segala keadaan. Walau tanpa kau tahu, jiwaku luluh lantah, berantakan. Ku kuatkan jiwaku untuk melewati hari dengan kesendirian, KU yakinkan hatiku untuk tetap melewati malam walau dalam kesunyian. Aku hanyalah mengirimkan doa yang tulus untuk dirimu dan Najla. Semoga kalin cepat bersatu. Mudah-mudahan dengan melihatmu dengan Najla bahagia, aku bisa lebih tenang untuk meninggalkan dunia ini. ..

0 komentar:
Posting Komentar