Jumat, 03 Agustus 2012
surat kecil ku
Assalammualikum .
Kita berlari dan terus kan bernyani
Kita buka lebar pelukan mentari
Bila ku terjatuh
Kau siap mengangkat aku jauh lebih tinggi ...
Tahun pertama masa abu-abu , dipersimpangannya aku bertemu dengan mereka . Hingga tangan tuhan mempersatukan masing-masing hati menjadi satu jiwa , se iya se kata. Hingga tersebutlah "See How Much I Love" .
Tahun ketiga masa putih abu-abuku , semua terasa semakin dekat, mengalir dalam tiap tetes darah, berhembus dalam setiap tiupan nafas. terucap nama dalam tiap degup jantung . Aikhh , perasaan apa ini ? hingga sedih dan bahagiaku telah kusadarkan dibahu mereka. Hadirkan resah dan gelisah ketika guratan sedih terukir diwajah mereka.
Teman ...
Kawan ...
Sahabat ...
Saudara ...
Tuhan telah ciptakan rasa ini, memercikkannya kedalam diri.
Aku ingin hidup dengan mereka , selamanya .
Membagi semua rasa yang hadir karena keras hidup .
Hingga menuju tahun keempat , Tuhan punya jalan lain. Takdir hidup telah pisahkannya , secara perlahan meregangkan 3 hati yang menyatu , melebarkan jarak antra 3 jiwa .
Aikh , sesak dada ini menahan datak rindu yang semakin cepat tak menentu .
Diri tetap berdiri menanti ,
menunggu kalian datang kembali
Meraih tangan ini
melangkah bersama menuju pelangi
Kunikmati hadirnya sepi
karena kalian telah pergi
kumohon cepat kembali
Obati hati ini
Untukmu yang paling tersayang ,.
Nastiti dan Ridha
Ridha dan Nastiti
Senin, 16 Juli 2012
a thousand days
I cant fight this feeling anymore , anytime .
Just since I live, Ican breath
Aikh , perasaan macam apa ini ? Tiada mampu aku menahan deburan ombak di laut hatiku.
Hari demi hari
waktu demi waktu
menit demi menit,
hingga detik demi detik ...
tiada mampu aku menampung tumpahan bening yang turun .
tiada mampu aku melukis lengkungan senyuman
ketika temaram berlabuh di hari , siksaan batin tiada jua berhenti , bahkan diri tak sanggup lagi berdiri . Aikh ! perasaan macam apa ini?
Kita bertemu dipersimpangan , kita bergenggaman tangan menghalau rintangan . Hingga lingkaran hati telah menyatu. Kau sebut kita petarung hujan, kau sebut kita tak pernah habis dimakan kutu .
tiga puluh dua jiwa telah kita peluk
tiga puluh dua pasang tangan telah kita genggam
tiga puluh dua hati telah kita satukan
tiga puluh dua pasang kaki telah kuatkan kita
tiga puluh dua kita telah berjalan selama 3 tahun .
Inilah waktu yang akan datang , namun aku sungguh membencinya .
Tidaklah mudah menemukan tiga puluh dua jiwa yang selalu disampingku
yang selalu membuat tawa di hariku
yang selalu membuat rindu kala ketidakhadiranmu .
Kuatkan aku kala laut kelemahan berani menenggelamkanku ..
Qori Fajar Hermawan , Universitas Brawijaya
Nastiti Athari Paramadina, Sekolah Tinggi Ilmu Statistika
Ridha Khairiyah , Universitas Andalas
Jumat, 27 April 2012
Derita hati tak kunjung usai. Bukan, bukan karena cobaan dari Tuhan tapi hanyalah sebuah perasan jiwa yang tak bisa diajak kompromi. Umurku sudah semakin tua, namun rasanya aku semakin kurang bijak dalam menanggapi semua hal yang terjadi saat ini.
ternyata untuk mendewasakan semuanya tidaklah mudah, sulit, sungguh sulit. tersiksa hati, karena belum terbiasa dengan kondisi yang baru. .
Prinsipku saat ini hanya satu, aku punya Tuhan, dan Tuhan tau apa yang terbaik untukku. Done ! Apapun yang terjadi aku percaya ini udah kerjaan Tuhan, aku bakal terima apapun itu.
Namun untuk menciptakan hal seperti itu payah, kadang marah, kadang benci, mengahru biru pun sering terjadi.
aku punya harapan, kuberi nama yaitu "delapan waktu terindahku" 3, 5,6,7 mei 2012 semua bakal kejawab, sekdar harapan atau bakal jadi kenyataan.
apapun itu aku akan terima.
tertanda tanggal 28 mei aku sudah mendapat gambaran akan harapanku, kemungkinan besar semua hanya tinggal harapanku.
Akh, Tuhan , sesak dada ini mendengar kenyataan yang ada.
Tidak, aku harus kuat ! aku yakin Tuhan telah menyiapkan sesuatu yang indah. Namun kenapa air mata ini terus mengalir, dada ini semakin sulit bernafas.
Sabtu, 12 November 2011
For She and He
Entah dari mana aku menulisnya, mungkin karena aku tak sanggp menceritaknnya atau aku tak pernh tahu ujung masalahku.
Kadang aku merasa terlahir sia-sia. Tiada berguna sama sekali. Lihatr saja lagi-lagi aku salah dalam melangkah.
Aku tak menyangka bahwa seseorang telah merasa tertekan karena diriku. Tuhan maafkan hambumu. dan untukmu wahai saudarku, bukan aku bermaksud untuk merusak kebahagianmu atau apapu yang kau anggap tentangku. Demi Tuhan, aku hanya ngin melihat kau dan dia bahagia. .
Bukan maksudku untuk menjauhkanmu dari dia, hanya saja aku ingin membuat kalian jauh lebih bahagia, hanya itu mkasudku. Bukan ingin melihat mu sengsara karena harus menjauh dari dirinya. Demi tuhan, bukan itu maksudku . Aku hanya ingin mencoba memperbaiki suasana di antara kalian. Aku ingin kalian tetap merasa kebahagian, aku ingin kalian tetap bersama. Hanya itu mauku .
Aku bermaksud untuk memperbiki caramu menyayanginya, aku ingin membuat kau mengerti apa yang sebenarnya dia rasakan. Setelah itu terserah kau dengan cara apa kau memperbaiki hubunganmu dengannya . Tugasku hanya ingin memperjelas segalanya, hingga akhirnya kalian tetap bahagia. Bukan maksudku untuk melihat kau bersedih ....
Saudaraku , mungkin kau tak pernah mengangapku sahabat, bahkan mungkin kau tak pernah mengangapku ada. Tapi percayalah bahwa kau termasuk sahabat terbaikku. Aku ingin melihat kau bahagia dengan dia yang merupakan sahabat terbaikku juga. Karena kalian adalah orang-orang yang kusayangi..
Bila kau merasa tertekan dengan semua ini, kenapa kau harus bilang sekrang, kenapa tidak dari dulu. Maafkan aku yang lancang telah mengekangmu dengan berbagai teori-teori dan penjelasan yang mungkin tidak berguna sama sekali. Mohon maafkan aku.
Rasanya kini aku tersadar, bahwa aku memang lebih baik pergi dri kehidupan kalian saja. Aku akan berhenti mencapuri urusan tentang kau dan dia. Toh, bila semuanya malah jadi lebih indah, kenapa tidak ? Maka aku akan menjadi orang yang sangat menyesal bila aku tetap berada di antara kalian. BUkan ingin membantu kalian, aku malh merusak segalanya.
Terima kasih atas kejujuranmu selama ini. Terima kasih telah membuka mataku. Bahwa aku memang terlalu mulia untuk di anggap sebagai seorang manusia. Aku akan keluar dari jalurku selam ini, mencoba untuk berhenti menjadi perusuh diantara kalian. Sekali lagi mohon maafkan aku....
...
.....
.......
Untukmu Saudaraku , Ikhsan H & Nastiti A
Kadang aku merasa terlahir sia-sia. Tiada berguna sama sekali. Lihatr saja lagi-lagi aku salah dalam melangkah.
Aku tak menyangka bahwa seseorang telah merasa tertekan karena diriku. Tuhan maafkan hambumu. dan untukmu wahai saudarku, bukan aku bermaksud untuk merusak kebahagianmu atau apapu yang kau anggap tentangku. Demi Tuhan, aku hanya ngin melihat kau dan dia bahagia. .
Bukan maksudku untuk menjauhkanmu dari dia, hanya saja aku ingin membuat kalian jauh lebih bahagia, hanya itu mkasudku. Bukan ingin melihat mu sengsara karena harus menjauh dari dirinya. Demi tuhan, bukan itu maksudku . Aku hanya ingin mencoba memperbaiki suasana di antara kalian. Aku ingin kalian tetap merasa kebahagian, aku ingin kalian tetap bersama. Hanya itu mauku .
Aku bermaksud untuk memperbiki caramu menyayanginya, aku ingin membuat kau mengerti apa yang sebenarnya dia rasakan. Setelah itu terserah kau dengan cara apa kau memperbaiki hubunganmu dengannya . Tugasku hanya ingin memperjelas segalanya, hingga akhirnya kalian tetap bahagia. Bukan maksudku untuk melihat kau bersedih ....
Saudaraku , mungkin kau tak pernah mengangapku sahabat, bahkan mungkin kau tak pernah mengangapku ada. Tapi percayalah bahwa kau termasuk sahabat terbaikku. Aku ingin melihat kau bahagia dengan dia yang merupakan sahabat terbaikku juga. Karena kalian adalah orang-orang yang kusayangi..
Bila kau merasa tertekan dengan semua ini, kenapa kau harus bilang sekrang, kenapa tidak dari dulu. Maafkan aku yang lancang telah mengekangmu dengan berbagai teori-teori dan penjelasan yang mungkin tidak berguna sama sekali. Mohon maafkan aku.
Rasanya kini aku tersadar, bahwa aku memang lebih baik pergi dri kehidupan kalian saja. Aku akan berhenti mencapuri urusan tentang kau dan dia. Toh, bila semuanya malah jadi lebih indah, kenapa tidak ? Maka aku akan menjadi orang yang sangat menyesal bila aku tetap berada di antara kalian. BUkan ingin membantu kalian, aku malh merusak segalanya.
Terima kasih atas kejujuranmu selama ini. Terima kasih telah membuka mataku. Bahwa aku memang terlalu mulia untuk di anggap sebagai seorang manusia. Aku akan keluar dari jalurku selam ini, mencoba untuk berhenti menjadi perusuh diantara kalian. Sekali lagi mohon maafkan aku....
...
.....
.......
Untukmu Saudaraku , Ikhsan H & Nastiti A
Sabtu, 15 Oktober 2011
Letter for God
Zahra Yahya ...
Beruntungnya gadis riau itu, Tuhan.
Menjadi temanmu adalah apa yang aku inginkan, menjadi kekasihmu adalah apa yang aku impikan.
Lebih dari 1000 malam kulewati hari bersamamu. Telah banyak kenangan indah tercipta dibenakku. Membuat aku semakin lemah untuk bisa melupakanmu. Rasanya ingin bibir ini mengatakan, bahwa aku sangat menyayangimu, aku sangat butuh engkau sebagai penyelemat kehancuran jiwaku. Tuhan, kenapa kau berikan aku kenyataan yang sangat pahit ..
Semua orang bilang "sabar yah put, semua cuma soal waktu" . Tuhan... mereka begitu mudah mengatakannya. Tapi lihatlahku, tak bisakah kalian lihat kepedihan dalam tawaku ? ooo Tuham , rasanya aku tak sanggup untuk semua.
Sesakit apapun peraaan ini disakiti olehnya, masih saya aku memangil namanya kala sepi menyerangku. Tuhan, apa lagi yang harus kulakukan.
Aku ingin qori tahu bahwa aku hancur, karena apa ? karena aku ingin dia memilih aku, bukan dia. aku ingin qori tahu bahwa aku menangis membayangkan wajahnya, berharap qori akan bertanya "pti knapa?" oooo Tuhan untuk mendapat kepedulianya saja, aku harus rela mengeluarkan air mata itu lagi.
Tapi Tuhan, aku ingin qori bahagia. aku ingin qori tersenyum setiap malam kala tidurnya. Tuhan, aku ingin tiada kesedihan yang menaunginya. Dan aku ingin, akulah yang menjadi pelipur laranya. oooo Tuhan, sampai kapan aku harus memendam segalanya. ataukah memamng rasa sayang gadis riau itu jauh lebih besar dari rasa sayangku untuk qori ? aku rasa memang iya, buktinya qori lebih memilih gadis itu di banding aku.
Tuhan, kenapa harus gadis itu ? Inikah yang terbaik untukku ? Aku percaya bahwa apa yang Kau berikan adalah yang terbaik untukku, tapi kenapa kenyataan sepahit ini yang kau berikan padaku ? Padahal kau tahu, pada saat ini hal terindah bagiku hanyalah hambaMu yang bernama Qori Fajar Hermawan. Tuhan Tuhan, harus seberapa banyak lagi air mata yang harus ku keluarkan untuk seuntai senyum bahagia di bibirku. Ataukah aku yang teralu meminta kepadaMu ?? Tuhan , aku yang lebih dulu mengenal qori dibanding gadis itu, aku yang selalu mendoakan dia walau dia tak pernah tahu. TUHAN !! kenapa qori mememilih gadis itu ?!!! Bisakah kau berikan sedikit kalimat yang mampu menghetikan derai air mata ini ...
Tuhan bila kudiberi kesempatan, izinkan aku untuk mencintanya,.
namun bila waktuku telah habis dengannya, biar cinta hidup sekali ini saja..
Tuhan aku ingin qori bahagia, walau kini ku tahu bukan aku yang membuat senyum dibibirnya. Bukan aku yang dipanggilnya kala kesepian . Tapi izinkanlah aku untuk memastikan dirinya selalu dalam kebahagian. Izinkan aku utnuk bisa mendoakannya selalu., ..
Beruntungnya gadis riau itu, Tuhan.
Menjadi temanmu adalah apa yang aku inginkan, menjadi kekasihmu adalah apa yang aku impikan.
Lebih dari 1000 malam kulewati hari bersamamu. Telah banyak kenangan indah tercipta dibenakku. Membuat aku semakin lemah untuk bisa melupakanmu. Rasanya ingin bibir ini mengatakan, bahwa aku sangat menyayangimu, aku sangat butuh engkau sebagai penyelemat kehancuran jiwaku. Tuhan, kenapa kau berikan aku kenyataan yang sangat pahit ..
Semua orang bilang "sabar yah put, semua cuma soal waktu" . Tuhan... mereka begitu mudah mengatakannya. Tapi lihatlahku, tak bisakah kalian lihat kepedihan dalam tawaku ? ooo Tuham , rasanya aku tak sanggup untuk semua.
Sesakit apapun peraaan ini disakiti olehnya, masih saya aku memangil namanya kala sepi menyerangku. Tuhan, apa lagi yang harus kulakukan.
Aku ingin qori tahu bahwa aku hancur, karena apa ? karena aku ingin dia memilih aku, bukan dia. aku ingin qori tahu bahwa aku menangis membayangkan wajahnya, berharap qori akan bertanya "pti knapa?" oooo Tuhan untuk mendapat kepedulianya saja, aku harus rela mengeluarkan air mata itu lagi.
Tapi Tuhan, aku ingin qori bahagia. aku ingin qori tersenyum setiap malam kala tidurnya. Tuhan, aku ingin tiada kesedihan yang menaunginya. Dan aku ingin, akulah yang menjadi pelipur laranya. oooo Tuhan, sampai kapan aku harus memendam segalanya. ataukah memamng rasa sayang gadis riau itu jauh lebih besar dari rasa sayangku untuk qori ? aku rasa memang iya, buktinya qori lebih memilih gadis itu di banding aku.
Tuhan, kenapa harus gadis itu ? Inikah yang terbaik untukku ? Aku percaya bahwa apa yang Kau berikan adalah yang terbaik untukku, tapi kenapa kenyataan sepahit ini yang kau berikan padaku ? Padahal kau tahu, pada saat ini hal terindah bagiku hanyalah hambaMu yang bernama Qori Fajar Hermawan. Tuhan Tuhan, harus seberapa banyak lagi air mata yang harus ku keluarkan untuk seuntai senyum bahagia di bibirku. Ataukah aku yang teralu meminta kepadaMu ?? Tuhan , aku yang lebih dulu mengenal qori dibanding gadis itu, aku yang selalu mendoakan dia walau dia tak pernah tahu. TUHAN !! kenapa qori mememilih gadis itu ?!!! Bisakah kau berikan sedikit kalimat yang mampu menghetikan derai air mata ini ...
Tuhan bila kudiberi kesempatan, izinkan aku untuk mencintanya,.
namun bila waktuku telah habis dengannya, biar cinta hidup sekali ini saja..
Tuhan aku ingin qori bahagia, walau kini ku tahu bukan aku yang membuat senyum dibibirnya. Bukan aku yang dipanggilnya kala kesepian . Tapi izinkanlah aku untuk memastikan dirinya selalu dalam kebahagian. Izinkan aku utnuk bisa mendoakannya selalu., ..
Jumat, 26 Agustus 2011
Hidup ini Berat !
Sobat, hanya pada au menuliskan segalanya. Entah kenapa, walau kerjamu hana diam saja tapi aku tetap ingin selalu bisa bercerita padamu, padahal kau tahu aku punya 2 sahabat yang sangat kusayangi. Tapi maaf sahabatku, bukan aku tak menganggap kalian, tapi ada sebagian rasa di hati ini yang aku tak tahu apa namanya, perasaan ini melarang aku untuk menceritakan semua bebanku pada kalian berdua.
Sobat, sungguh aku ingin menangis, ingin teriak, melampiaskan segala yang ada. Aku ingin mengatakan bahawa aku marah, aku ingin mengatakan bahwa aku cemburu, aku ingin megatakan bahwa aku iri. Tapi dayaku tak ada Sobat... Aku hanya terdiam, melihat diri yang semakin hancur dibuat perasaan ini.Aku hanya menangis, dan terus menagis. karna aku memang tak tahu apa yang harus kulakukan.
Sesungguhnya aku butuh pelukan dari hamba Mu ya Allah. aku butuh genggaman tangan yang menguatkan aku dalam melewati rintangan hidupku Ya Allah.Bolehkah aku memintanya padaMu, atau aku memang terlalu hina untuk memintanya dariMu ...
Tuhan , bila kau izinkan aku ingin berada di duniamu, tidak di duniaku sekarang. ..
Sobat, sungguh aku ingin menangis, ingin teriak, melampiaskan segala yang ada. Aku ingin mengatakan bahawa aku marah, aku ingin mengatakan bahwa aku cemburu, aku ingin megatakan bahwa aku iri. Tapi dayaku tak ada Sobat... Aku hanya terdiam, melihat diri yang semakin hancur dibuat perasaan ini.Aku hanya menangis, dan terus menagis. karna aku memang tak tahu apa yang harus kulakukan.
Sesungguhnya aku butuh pelukan dari hamba Mu ya Allah. aku butuh genggaman tangan yang menguatkan aku dalam melewati rintangan hidupku Ya Allah.Bolehkah aku memintanya padaMu, atau aku memang terlalu hina untuk memintanya dariMu ...
Tuhan , bila kau izinkan aku ingin berada di duniamu, tidak di duniaku sekarang. ..
Minggu, 21 Agustus 2011
Saat Malam Tiba
Aku hanya berdiri terpaku menatap langit. Pandanganku kosong, terukir raut sendu di wajahku sama seperti langit yang mendung kala itu. Kesepian yang melanda jiwaku sudah memakan sebagian dari kewarasanku. Tak terhitung lagi malam-malam yang ku lewati bersama kesendirian. Hanya dialah temanku kala senja menjemput gelap.
Ku akui , sampai sekarang aku belum mampu terlepas dari bayang-bayangmu , Ri... Entah sampai kapan aku terus seperti ini, belum merelakan dirimu dengan yang lainnya. Maafkan aku atas perasaanku ini.Maafkan... Aku tak punya daya untuk menghapusnya. Mungkin bila aku mati nanti rasa itu juga mati.
Ri , tak bisakah engkau kembali seperti dulu, seperti janjimu padaku dulu. Maaf bila aku terlalu lancang untuk menagih janji itu dulu. Tapi memang sesungguhnya aku terlalu berharap untuk menjadikan janjimu itu kenyataan.
Tapi , sekarang rasanya kau telah menjauh dariku. rasanya tak ingin diusik lagi oleh kehadirannku, tak ingin mengingatku lagi. jangan katakan tidak untuk itu. matamu telah mengisyaratkan semuanya padaku.
Bila aku boleh jujur tentang aku yang sebenarnya, sungguh kacau diriku sekarang, sangat berantakan. Tahukah engkau, tiap malam hingga larut aku selalu menunggu kabar berita dari dirimu. Tahukah engkau tiap hari terangkai khayalan indah saat bisa bersamamu.
Najla, sugguh beruntung gadis itu. paras jelita, seperti hatinya. Ingin rasanya aku sepperti dia, tapi aku tahu aku adalah aku. Saat ini perahu hatimu telah tertambat di pelabuhannya. Sungguh menyakitkan buatku.
Tapi semakin hari, aku mencoba untuk mendewasakan segala perasaan yang ada, melebarkan ruang tiangkap pengertian. Kucoba untuk merelakanmu dengan Najla. Aku tak ingin kau bersedih, aku hanya ingin kau bahagia. Dan aku sadar kebahagianmu bukan denganku Ri.
Ku coba tersenyum didepanmu, kucoba membiasakan segala keadaan. Walau tanpa kau tahu, jiwaku luluh lantah, berantakan. Ku kuatkan jiwaku untuk melewati hari dengan kesendirian, KU yakinkan hatiku untuk tetap melewati malam walau dalam kesunyian. Aku hanyalah mengirimkan doa yang tulus untuk dirimu dan Najla. Semoga kalin cepat bersatu. Mudah-mudahan dengan melihatmu dengan Najla bahagia, aku bisa lebih tenang untuk meninggalkan dunia ini. ..
Ku akui , sampai sekarang aku belum mampu terlepas dari bayang-bayangmu , Ri... Entah sampai kapan aku terus seperti ini, belum merelakan dirimu dengan yang lainnya. Maafkan aku atas perasaanku ini.Maafkan... Aku tak punya daya untuk menghapusnya. Mungkin bila aku mati nanti rasa itu juga mati.
Ri , tak bisakah engkau kembali seperti dulu, seperti janjimu padaku dulu. Maaf bila aku terlalu lancang untuk menagih janji itu dulu. Tapi memang sesungguhnya aku terlalu berharap untuk menjadikan janjimu itu kenyataan.
Tapi , sekarang rasanya kau telah menjauh dariku. rasanya tak ingin diusik lagi oleh kehadirannku, tak ingin mengingatku lagi. jangan katakan tidak untuk itu. matamu telah mengisyaratkan semuanya padaku.
Bila aku boleh jujur tentang aku yang sebenarnya, sungguh kacau diriku sekarang, sangat berantakan. Tahukah engkau, tiap malam hingga larut aku selalu menunggu kabar berita dari dirimu. Tahukah engkau tiap hari terangkai khayalan indah saat bisa bersamamu.
Najla, sugguh beruntung gadis itu. paras jelita, seperti hatinya. Ingin rasanya aku sepperti dia, tapi aku tahu aku adalah aku. Saat ini perahu hatimu telah tertambat di pelabuhannya. Sungguh menyakitkan buatku.
Tapi semakin hari, aku mencoba untuk mendewasakan segala perasaan yang ada, melebarkan ruang tiangkap pengertian. Kucoba untuk merelakanmu dengan Najla. Aku tak ingin kau bersedih, aku hanya ingin kau bahagia. Dan aku sadar kebahagianmu bukan denganku Ri.
Ku coba tersenyum didepanmu, kucoba membiasakan segala keadaan. Walau tanpa kau tahu, jiwaku luluh lantah, berantakan. Ku kuatkan jiwaku untuk melewati hari dengan kesendirian, KU yakinkan hatiku untuk tetap melewati malam walau dalam kesunyian. Aku hanyalah mengirimkan doa yang tulus untuk dirimu dan Najla. Semoga kalin cepat bersatu. Mudah-mudahan dengan melihatmu dengan Najla bahagia, aku bisa lebih tenang untuk meninggalkan dunia ini. ..
